SUMATERA BARAT

Lebih Cepat, Risiko Infeksi Rendah, Teknologi Robotik Membantu Tingkatkan Presisi Pembedahan

Redaktur 02 July 2026
Jajaran Komisaris dan Direksi PT Bunda Medik Tbk dan RSU Bunda Padang meresmikan perluasan fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus meluncurkan sistem bedah robotik pertama di Provinsi Sumbar, Kamis (2/7). Foto: Arfan
Jajaran Komisaris dan Direksi PT Bunda Medik Tbk dan RSU Bunda Padang meresmikan perluasan fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus meluncurkan sistem bedah robotik pertama di Provinsi Sumbar, Kamis (2/7). Foto: Arfan

PADANG, TotalSehat.Com--Presiden Komisaris PT Bunda Medik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menilai tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini tidak hanya menyangkut ketersediaan fasilitas, tetapi juga pemerataan tenaga kesehatan, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi.

"Kesehatan salah satu prioritas utama. Tantangan kita bukan hanya jumlah layanan, tetapi juga kualitas dan distribusi dokter maupun tenaga kesehatan. Sehingga masih terjadi ketimpangan akses pelayanan di berbagai daerah," kata Ivan saat  meresmikan perluasan fasilitas pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Padang, sekaligus meluncurkan sistem bedah robotik pertama di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (2/7).

Ivan menjelaskan, akses terhadap layanan pembedahan modern masih menjadi persoalan di Indonesia. Keterbatasan dokter spesialis dan teknologi membuat banyak pasien belum memperoleh layanan yang optimal.

Karena itu, kehadiran teknologi bedah robotik di RSU Bunda Padang menjadi langkah strategis memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah paradigma dunia pembedahan. Jika dahulu operasi besar identik dengan sayatan lebar, masa pemulihan yang panjang, serta risiko komplikasi tinggi, kini teknologi minimal invasif hingga bedah robotik memungkinkan tindakan lebih presisi dengan trauma yang jauh lebih kecil.

"Teknologi robotik membantu meningkatkan presisi pembedahan sehingga pasien dapat pulih lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan kualitas hidup setelah operasi menjadi lebih baik," ujarnya.

Menurut Ivan, manfaat teknologi kesehatan tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya biaya investasi. Yang lebih penting dampaknya terhadap kualitas hidup pasien, termasuk percepatan masa pemulihan dan berkurangnya risiko komplikasi.

"Kalau dulu pasien mungkin membutuhkan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan setelah operasi besar, kini dengan teknologi modern masa pemulihan bisa jauh lebih singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat," katanya.

Ia juga mengungkapkan, perkembangan berikutnya, teknologi telerobotic surgery, yang memungkinkan dokter melakukan tindakan operasi dari lokasi berbeda. Dengan sistem tersebut, dokter spesialis di kota besar berpotensi menangani pasien di daerah lain tanpa harus berada di ruang operasi yang sama.                          

Bagikan Artikel